Bagi sebagian
besar wanita yang ada didunia, kecantikan merupakan salah satu hal terpenting
dalam hidup mereka.Kecantikan tersebut bisa berupa kecantikan jasmani dan
rohani. Seorang wanita akan tampil dengan percaya diri jika mereka memiliki
wajah cantik dengan tubuh yang ideal. Namun dalam kenyataannya tidak semua
wanita memiliki tubuh yang ideal. Banyak
dari mereka yang menyandang status kesehatan sebagai golongan yang obesitas.Obesitas
adalah suatu ke abnormalan berat badan.Obesitas berbeda dengan kelebihan berat
yang terjadi pada atlet olah raga beban dan sesorang yang memiliki kerangka
tubuh besar.1Obesitas sebagian besar terjadi pada wanita yang sudah
pernah melahirkan anak.Namun tidak menutup kemungkian hal tersebut terjadi pada
anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.Dari hasil
penelitian yang dilakukan oleh ratu ayu dapat diketahui bahwa responden yang
masuk dalam kategori obesitas ( persentil> 95) sebesar 8,3. Peneliti
menggunakan obesitas sebagai variable terikat dan umur, jenis kelamin, riwayat
obesitas orang tua, tingkat pendidikan, kebiasaan olah raga dan merokok serta
perilaku konsumsi makanan sebagai variable bebas.3Obesitas
akan menjadi masalah yang serius apabila dibiarkan. Obesitas dapat menjadi
pemicu munculnya penyakit lain seperti jantung coroner, hipertensi, diabetes
mellitus, dan bahkan stroke yang dapat menyebabkan kematian datang lebih cepat.
Obesitas tidak akan menjadi masalah yang besar apabila kita memiliki niat dan
tekad yang kuat untuk mencegah dan mengobatinya. Pengobatan obesitas sangat
beraneka ragam terutama di indonesia. Banyak alternative penyembuhan obesitas
mulai dari metode konvensional hingga yang modern.Metode konvensional dapat
berupa program diet sehat, jamu, totok diet, dan sebagainya. Metode modern
dapat berupaliposuction, terapi obat kimia, dan yang baru di indonesia
yaitu program diet OCD.Namun banyak sekali masyarakat yang mengalami salah
penafsiran tentang liposuction dan program diet sehat. Sehingga dalam
literature riview ini akan dibahas lebih mendalam mengenai liposuction danprogram
diet sehat sebagai alternative pilihan bagi sesorang yang obesitas.
Liposuction adalah salah satu metode modern dalam mengatasi obesitas. Di
Indonesia Liposuction sering
dikenal sebagai sedot lemak. Liposuction
bertujuan untuk mengurangi jumlah lemak yang ada ditubuh dengan teknik
bedah pada daerah tertentu agar penampilan terlihat lebih menarik. Kanul adalah
alat terpenting yang digunakan pada liposuction.Kanul yang digunakan
memiliki diameter kecil sebagai aspirasi lemak subkutan.Mula-mula kanul
disambungkan dengan vakum penghisab agar lemak yang ada didalam tubuh menempel
pada ujung kanul. Ketika lemak berhasil menempel pada kanul maka operator kanul
dapat melepaskan lemak tersebut bersama cairan tubuh yang diaspirasi ke wadah
khusus.2
Dalam melakukan
liposuction diperlukan penggolongan tingkat obesitas serta tingkat
ketebalan lemak yang dimiliki. Ketebalan lemak dapat diukur dengan pinch test,
rasio pinggang panggul, fat calipers, dan
pengukuran tubuh ideal.6 Pinch test diukur dengan caracara mencubit
menggunakan ibu jari dan telunjuk. Kemudian orang lain yang mengukur ketebalan
lemak pada cubitan dengan menggunakan mistar atau skin fold calipers. Batasan
dalam pengukuran melebihi 3 cm dapat digolongkan pada kategori gemuk.6 Rasio pinggal panggul diukur dengan
membandingkan lingkar pinggang dengan lingkar panggul. Jika selisih angka 0,6
masuk dalam kategori normal, namun apa bila lebih dari 0,8 maka orang tersebut
dapat dikategorikan gemuk. Fat calipers digunakan untuk mengukur di bagian 4
tempat meliputi biceps, triceps, subscapula dan suprailiaca. Pengukuran tubuh
ideal biasa dikaitkan dengan body fat ( lemak dalam tubuh) dan lean body mass (
otot dan tulang), semakin tinggi kadar lemak dalam tubuh maka orang tersebut
memiliki kemungkinan besar mengalami obesitas. Sedangkan liposuctionakan
berguna jika dilakukan apabila ketebalan lebih dari 3 cm khusus pada area
abdomen, pinggul dan subrokanter.2
Menurut
penelitian yang dilakukan oleh klein beserta timnya menunjukkan bahwa aspirasi
sejumlah besar jaringan adipose subkutan perut karena liposuction mengakibatkan penurunan yang cukup besar dalam
berat badan, lingkar pinggang dan konsentrasi leptin plasma. Liposuction tidak
memberikan efek yang signifikan untuk memacu penyakit berbahaya seperti jantung
coroner, termasuk tekanan darah, glukosa plasma puasa, insulin, dean lipid
konsentrasi, dan konsentrasi penanda plasma peradangan dan resistensi insulin (
protein C-reaktin, tumor necrosis factor a, interleukin-6, dan adiponektin).5
Penurunan berat badan yang mecapai 12 persen dari berat badan total yang
dimiliki diperlukan untuk mencapai kehilangan lemak pada pasien liposuction,
sebab penurunan berat badan tubuh 75 persen terjadi karena hilanggnya lemak
yang tertimbun didalam tubuh.
Liposuction merupakan cara yang mudah untuk menghilangkan lemak tubuh bagi
seseorang yang mengalami obesitas. Dengan waktu yang singkat tanpa upaya yang
keras, lemak yang menumpuk didalam tubuh dapat dihilangkan dengan segera.Namun
perlu diingat bahwa segala sesuatu yang instan pasti ada sisi negatifnya.Tentunya
yang terjadi pada liposuction.Walaupun terkesan menarik, untuk melakukan
liposuction dibutuhkan biaya yang cukup mahal. Hanya orang- orang yang
memiliki perekonomian baik yang mampu
melakukanliposuction. Disamping itu liposuction memberikan
dampak buruk bagi kesehatan.Seseorang yang baru melakukan liposuction
biasanya mengalami deformitas kontur dan iregulitas kulit sehingga menjadi
tampak bergelombang.
Metode
konvensional yang dapat digunakan oleh pasien obesitas yaitu dengan diet. Diet
berasal dari bahasa yunani yang artinya cara hidup. Program pengaturan pola
makan dan minum yang bertujuan untuk menurunkan berat badan hingga memasuki
ambang normal.4Diet terbagi atas dua jenis yaitu diet sehat dan diet
yang tidak sehat. Diet sehat lebih
berorientasi terhadap penataan kebiasaan hidup dalam keseharian yang meliputi
pola makan, ativitas fisik sehari-hari dan pengaturan pola tidur yang tepat.4
Ketika melakukan diet sehat pasien obesitas dapat mengkonsumsi makanan yang
rendah kalori dan rendah lemak.Menghindari kebiasaan buruk seperti ngemil
berlebihan dan merokok.Diet yang tidak sehat adalah diet yang menyiksa tubuh
dengan melakukan kegiatan yang membahayakan bagi kesehatan.4
Kegiatan tersebut bisa berupa berpuasa diluar niat ibadah, atau sengaja tidak
makan dengan alasan menurunkan berat badan, menahan nafsu makan atau laxative
serta memaksakan diri untuk muntah.
Diet
sehat merupakan salah satu metode pilihan terbaik untuk mengatasi masalah
obesitas.Obesitas dapat ditangani dengan mudah dengan metode diet sehat apabila
seseorang tersebut mampu mengkaji lebih mendalam menganai masalah inti dari
obesitas.Obesitas sendiri merupakan masalah yang kompleks karena diantaranya
terkait faktor hereditas, pilihan makanan, aktivitas fisik, pengaruh media,
sensasi rasa, ketersediaan tempat utuk berolahraga. Namun faktor yang menjadi
pemicu utama adalah pola makan yang tidak sehat disertai kurangnya konsumsi
buah dan sayur yang kaya akan serat, kurangnya olahraga dan kebiasaan merokok.3
Pola diet sehat tentunya harus menghindari kebiasaan buruk seperti yang
ada diatas.
Diet
sehat mencakup beberapa aspek, meliputi diet pengaturan makanan, peningkatan
olahraga, dan self mentoring.6Yang pertama dengan diet perampingan
dengan pengaturan pola makanan.Dalam pelaksanaan diet sehat tidak dianjurka
untuk mengurangi makan secara total, tetapi dalam diet sehat kita dapat memilih
makanan yang tidak dapat menambah berat badan. Makanan yang dimakan harus tetap
memenuhuhi besarnya kebutuhan energy/
hari yang dapat dihitung dengan menambahkan BMR ( Basal Metalik Rate) dengan
faktor aktivitas. BMR sendiri merupakan energy minimal yang diperlukan
seseorang / hari. Untuk orang dewasa besarnya BMR= berat badan (kg) x 1 kalori
x 24 jam. Upayakan makanan yang dimakan rendah lemak dan kalori serta rutin
untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya serat.Menurut penelitian yang
dilakukan oleh Judit Kufcsák melalui wawancara terhadap mahasiwa semmelweis university,
Hungaria menyatakan bahwa mengkonsumsi makanan
sehat mampu menjadi alat yang sangat efektif dalam mencegah atau menangani
obesitas ke tingkat yang lebih tinggi.7 Mengkonsumsi produk
makanan yang tidak sehat ( junk food) dapat menimbulkan penumpukan lemak dan
kolesterol. Tidak hanya menyebabkan obesitas, junk food juga bisa menjadi
pemicu kanker yang lebih membahayakan bagi kesehatan tubuh.
Yang
kedua yaitu rutin melakukan aktivitas
fisik atau berolahraga. Selain dapat menurunkan berat badan olahraga mampu
membuat tubuh sehat dan bebas dari penyakit. Olahraga akan mejaga mekanisme
jantung kita agar tetap normal serta jauh dari penyakit jantung coroner.
Disamping itu ketika kita melalukan aktivitas maka tubuh akan melakukan
metabolisme secara maksimal sehingga dapat membakar kalori yang berada dalam
tubuh, sehingga zat makanan yang telah kita makan dapat dicerna dengan baik.
Aktivitas fisik dalam pola diet sehat bukanlah aktivitas fisik yang berat
bagaikan mengangkat besi besar, tapi dapat dilakukan dengan santai dan
menyenangkan, seperti jogging, bersepeda
dan senam sederhana. Olahraga dapat dilakukan secara rutin agara mendapatkan
hasil yang maksimal.Penelitian yang
dilakukan judit melalui metode wawancara menyatakan bahwa menggunakan transport
aktif ( berjalan, bersepeda, dsb) mampu
mencegah terjadinyanya obesitas. Perlu diketahui bahwa peneliti melakukan penelitian
di universitas yang rata-rata dari keluarga dari kolongan menengah ke atas.
Sebgaian besar dari mereka berangkat ke kampus maupun ketempat lain menggunakan
mobil maupun sepeda motor, sehingga perlu pengkajian dari kredibilitas jawaban
dari narasumber.7
Dan
yang terakhir yaitu self mentoring yang berhubungan dengan lingkungan sekitar
yang meliputi keluarga dan terapis.Keluarga memiliki peran penting dalam
program penurunan berat badan.Peran tersebut dapat berupa dukungan penuh
terhadap sesorang yang melaukan diet sehat. Makanan yang dikonsumsi dalam
sebuah keluarga pastinya sama. Oleh karena itu keluarga harus mampu
memilah-milah makanan yang tepat dimakan oleh seseorang yang obesitas.Disamping
itu keluarga juga harus memberikan motivasi ketika ada anggota keluarga yang
melakukan diet sehat merasa lelah dan ingin menyerah.Karena dalam diet sehat
dibutuhkan kesabaran, kedisiplinan tinggi terhadap lamanya waktu yang
diperlukan dalam program diet sehat.Dari segi terapis pasien obesitas dalam
melakukan diet sehat harus menentukan target-target yang harus dicapai.Target
yang telah dibuat pastinya mengontrol kemajuan- kemajuan dalam menjalankan
program diet sehat.Jadi pada intiya sesorang yang melakukan diet sehat harus
menghindari aturan-aturan yang dilarang dalam masa pelaksanaan program.
Namun
mengenai efektivitas diet sehat yang pernah dilakukan oleh peneliti, terdapat
beberapa kelemahan diantaranya terjadinya social desirability
(kecenderungan memilih jawaban yang dinilai paling benar) yang mungkin akan
mempengaruhi jawaban responden.Bisa saja responden memilih pilihan yang terbaik
sekedar hanya ingin berpura-pura menjadi orang baik. Hal tersebut dapat
diketahui dengan adanya item yang memiliki jawaban yang sama. Perilaku diet
dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skalat perilaku diet yang
disusun peneliti berdasarkan aspek-aspek perilaku diet yaitu aspek eksternal,
emosional, dan aspek restraint.Penulis menggunakan empat kategori jawaban yaitu
Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai
(STS).4
Walaupun
diet sehat prosesnya terkesan lama namun program diet sehat jauh lebih aman
bagi kesehatan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.Hanya saja diperlukan
niat dan keinginan untuk melakukan program diet sehat. Program diet sehat tidak
memberikan efek negative dala jangka waktu yang lama, hanya saja apabila tidak
dilakukan dengan benar maka obesitas tidak dapat diatasi dan memicu
penyakit-penyakit yang lain. Berbeda dengan liposuction , metode ini jauh lebih cepat dalam mengatasi obesitas. Namun liposuction
membutuhkan biaya yang mahal, sehingga hanya golongan menegah atas yang mampu
melakukan.Selain itu liposuction belum diketahui efek jangka
panjangnya.Sehingga keamanannya patut untuk dipertanyakan dan dikaji ulang.
Sebagai
manyarakat harus memiliki pemikiran yang kritis agar dapat memilih metode pengendalian
obesitas yang sesuai dan tidak
membahayakan diri. Harus ada pertimbangan terhadap dampak dari masing-masing
alternative pengobatan obesitas.Jangan tergesa-gesa dalam menentukan
pilihan.Alangkah lebih baiknya bila mencari informasi yang tentunya dapat
dipertanggung jawabkan.Lihat segi positif dan negative dalam pengkajian
pilihan.Jangan sampai niat untuk berobat menjadi permasalahan yang fatal.Dengan
adanya dua alternative yang ada di atas, apabila masyarakat mengambil keputusan
yang paling baik, maka obesitas dapat diatasi tanpa memikirkan bahaya yang
mengancam di kemudiaan hari.Obesitas tidak untuk didiamkan saja.Tapi harus ada
upaya dari diri untuk mengobatinya. Apabila obesitas teratasi tidak akan
memunculkan penyakit baru yang akan berdampak buruk pada kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
1 Hartono F. Terapigizidan diet rumahsakit.Edisikedua.Jakarta : EGC ;
2006.
2 Sukasah CL. Tatalaksanaobesitas di subbagianbedah plastic rs dr.
ciptomangunkusumo:
majkedoktindon. Maret
2007; 57 (3): 86-90. doi.
3Sartika RAD. Faktorresikoobesitaspadaanak 5-15 tahun
di indonesia: Review literatur.
JurMakaraKes. Juni 2011; 15(1): 37-43.doi.
4Husna NL.Hubunganantara body image denganperilaku diet (
penelitianpadawanita di
sanggarsenamritapati)
[internet]. Semarang: UNNES; Agustus 2013;16-104. : dari
5 Klein S, Fontana L, Young VL, Coggan AR, Patterson BW.,et al.
Absence of an effect of
liposuction on insulin action and risk factors for
coronary heart disease: Review literature.
Jurkes.Maret 2003;1-8.doi.
//staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Agus%20Supriyanto,%20S.Pd.,M.Si.
/OBESITAS,%20faktor%20penyebab%20dan%20bentuk-bentuk%20terapinya.pdf
7Kufcsak J. Evaluation of the relevant strategis
counteracting obesity from hungary and the europan
union- the opinion of
student from the semmelweis university, hungary: Review literature. Diets stud
e-jour. June 2013; 1(1): 18-19.