Sabtu, 19 September 2015

review literatur hellen marini semester 1



Liposuction  Vs Diet Sehat Sebagai Alternatif dalam Mengatasi Obesitas
Bagi sebagian besar wanita yang ada didunia, kecantikan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup mereka.Kecantikan tersebut bisa berupa kecantikan jasmani dan rohani. Seorang wanita akan tampil dengan percaya diri jika mereka memiliki wajah cantik dengan tubuh yang ideal. Namun dalam kenyataannya tidak semua wanita  memiliki tubuh yang ideal. Banyak dari mereka yang menyandang status kesehatan sebagai golongan yang obesitas.Obesitas adalah suatu ke abnormalan berat badan.Obesitas berbeda dengan kelebihan berat yang terjadi pada atlet olah raga beban dan sesorang yang memiliki kerangka tubuh besar.1Obesitas sebagian besar terjadi pada wanita yang sudah pernah melahirkan anak.Namun tidak menutup kemungkian hal tersebut terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ratu ayu dapat diketahui bahwa responden yang masuk dalam kategori obesitas ( persentil> 95) sebesar 8,3. Peneliti menggunakan obesitas sebagai variable terikat dan umur, jenis kelamin, riwayat obesitas orang tua, tingkat pendidikan, kebiasaan olah raga dan merokok serta perilaku konsumsi makanan sebagai variable bebas.3Obesitas akan menjadi masalah yang serius apabila dibiarkan. Obesitas dapat menjadi pemicu munculnya penyakit lain seperti jantung coroner, hipertensi, diabetes mellitus, dan bahkan stroke yang dapat menyebabkan kematian datang lebih cepat. Obesitas tidak akan menjadi masalah yang besar apabila kita memiliki niat dan tekad yang kuat untuk mencegah dan mengobatinya. Pengobatan obesitas sangat beraneka ragam terutama di indonesia. Banyak alternative penyembuhan obesitas mulai dari metode konvensional hingga yang modern.Metode konvensional dapat berupa program diet sehat, jamu, totok diet, dan sebagainya. Metode modern dapat berupaliposuction, terapi obat kimia, dan yang baru di indonesia yaitu program diet OCD.Namun banyak sekali masyarakat yang mengalami salah penafsiran tentang liposuction dan program diet sehat. Sehingga dalam literature riview ini akan dibahas lebih mendalam mengenai liposuction danprogram diet sehat sebagai alternative pilihan bagi sesorang yang obesitas.
Liposuction adalah salah satu metode modern dalam mengatasi obesitas. Di Indonesia  Liposuction sering dikenal sebagai sedot lemak. Liposuction  bertujuan untuk mengurangi jumlah lemak yang ada ditubuh dengan teknik bedah pada daerah tertentu agar penampilan terlihat lebih menarik. Kanul adalah alat terpenting yang digunakan pada liposuction.Kanul yang digunakan memiliki diameter kecil sebagai aspirasi lemak subkutan.Mula-mula kanul disambungkan dengan vakum penghisab agar lemak yang ada didalam tubuh menempel pada ujung kanul. Ketika lemak berhasil menempel pada kanul maka operator kanul dapat melepaskan lemak tersebut bersama cairan tubuh yang diaspirasi ke wadah khusus.2
Dalam melakukan liposuction diperlukan penggolongan tingkat obesitas serta tingkat ketebalan lemak yang dimiliki. Ketebalan lemak dapat diukur dengan pinch test, rasio pinggang panggul, fat calipers, dan pengukuran tubuh ideal.6 Pinch test diukur dengan caracara mencubit menggunakan ibu jari dan telunjuk. Kemudian orang lain yang mengukur ketebalan lemak pada cubitan dengan menggunakan mistar atau skin fold calipers. Batasan dalam pengukuran melebihi 3 cm dapat digolongkan pada kategori gemuk.6  Rasio pinggal panggul diukur dengan membandingkan lingkar pinggang dengan lingkar panggul. Jika selisih angka 0,6 masuk dalam kategori normal, namun apa bila lebih dari 0,8 maka orang tersebut dapat dikategorikan gemuk. Fat calipers digunakan untuk mengukur di bagian 4 tempat meliputi biceps, triceps, subscapula dan suprailiaca. Pengukuran tubuh ideal biasa dikaitkan dengan body fat ( lemak dalam tubuh) dan lean body mass ( otot dan tulang), semakin tinggi kadar lemak dalam tubuh maka orang tersebut memiliki kemungkinan besar mengalami obesitas. Sedangkan liposuctionakan berguna jika dilakukan apabila ketebalan lebih dari 3 cm khusus pada area abdomen, pinggul dan subrokanter.2
Menurut penelitian yang dilakukan oleh klein beserta timnya menunjukkan bahwa aspirasi sejumlah besar jaringan adipose subkutan perut karena liposuction  mengakibatkan penurunan yang cukup besar dalam berat badan, lingkar pinggang dan konsentrasi leptin plasma. Liposuction tidak memberikan efek yang signifikan untuk memacu penyakit berbahaya seperti jantung coroner, termasuk tekanan darah, glukosa plasma puasa, insulin, dean lipid konsentrasi, dan konsentrasi penanda plasma peradangan dan resistensi insulin ( protein C-reaktin, tumor necrosis factor a, interleukin-6, dan adiponektin).5 Penurunan berat badan yang mecapai 12 persen dari berat badan total yang dimiliki diperlukan untuk mencapai kehilangan lemak pada pasien liposuction, sebab penurunan berat badan tubuh 75 persen terjadi karena hilanggnya lemak yang tertimbun didalam tubuh.
Liposuction merupakan cara yang mudah untuk menghilangkan lemak tubuh bagi seseorang yang mengalami obesitas. Dengan waktu yang singkat tanpa upaya yang keras, lemak yang menumpuk didalam tubuh dapat dihilangkan dengan segera.Namun perlu diingat bahwa segala sesuatu yang instan pasti ada sisi negatifnya.Tentunya yang terjadi pada liposuction.Walaupun terkesan menarik, untuk melakukan liposuction dibutuhkan biaya yang cukup mahal. Hanya orang- orang yang memiliki perekonomian baik yang mampu  melakukanliposuction. Disamping itu liposuction memberikan dampak buruk bagi kesehatan.Seseorang yang baru melakukan liposuction biasanya mengalami deformitas kontur dan iregulitas kulit sehingga menjadi tampak bergelombang.
Metode konvensional yang dapat digunakan oleh pasien obesitas yaitu dengan diet. Diet berasal dari bahasa yunani yang artinya cara hidup. Program pengaturan pola makan dan minum yang bertujuan untuk menurunkan berat badan hingga memasuki ambang normal.4Diet terbagi atas dua jenis yaitu diet sehat dan diet yang tidak sehat.  Diet sehat lebih berorientasi terhadap penataan kebiasaan hidup dalam keseharian yang meliputi pola makan, ativitas fisik sehari-hari dan pengaturan pola tidur yang tepat.4 Ketika melakukan diet sehat pasien obesitas dapat mengkonsumsi makanan yang rendah kalori dan rendah lemak.Menghindari kebiasaan buruk seperti ngemil berlebihan dan merokok.Diet yang tidak sehat adalah diet yang menyiksa tubuh dengan melakukan kegiatan yang membahayakan bagi kesehatan.4 Kegiatan tersebut bisa berupa berpuasa diluar niat ibadah, atau sengaja tidak makan dengan alasan menurunkan berat badan, menahan nafsu makan atau laxative serta memaksakan diri untuk muntah.
Diet sehat merupakan salah satu metode pilihan terbaik untuk mengatasi masalah obesitas.Obesitas dapat ditangani dengan mudah dengan metode diet sehat apabila seseorang tersebut mampu mengkaji lebih mendalam menganai masalah inti dari obesitas.Obesitas sendiri merupakan masalah yang kompleks karena diantaranya terkait faktor hereditas, pilihan makanan, aktivitas fisik, pengaruh media, sensasi rasa, ketersediaan tempat utuk berolahraga. Namun faktor yang menjadi pemicu utama adalah pola makan yang tidak sehat disertai kurangnya konsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat, kurangnya olahraga dan kebiasaan merokok.3 Pola diet sehat tentunya harus menghindari kebiasaan buruk seperti yang ada diatas.
Diet sehat mencakup beberapa aspek, meliputi diet pengaturan makanan, peningkatan olahraga, dan self mentoring.6Yang pertama dengan diet perampingan dengan pengaturan pola makanan.Dalam pelaksanaan diet sehat tidak dianjurka untuk mengurangi makan secara total, tetapi dalam diet sehat kita dapat memilih makanan yang tidak dapat menambah berat badan. Makanan yang dimakan harus tetap memenuhuhi besarnya kebutuhan  energy/ hari yang dapat dihitung dengan menambahkan BMR ( Basal Metalik Rate) dengan faktor aktivitas. BMR sendiri merupakan energy minimal yang diperlukan seseorang / hari. Untuk orang dewasa besarnya BMR= berat badan (kg) x 1 kalori x 24 jam. Upayakan makanan yang dimakan rendah lemak dan kalori serta rutin untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya serat.Menurut penelitian yang dilakukan oleh Judit Kufcsák melalui wawancara terhadap mahasiwa semmelweis university, Hungaria menyatakan bahwa mengkonsumsi makanan sehat mampu menjadi alat yang sangat efektif dalam mencegah atau menangani obesitas ke tingkat yang lebih tinggi.7 Mengkonsumsi produk makanan yang tidak sehat ( junk food) dapat menimbulkan penumpukan lemak dan kolesterol. Tidak hanya menyebabkan obesitas, junk food juga bisa menjadi pemicu kanker yang lebih membahayakan bagi kesehatan tubuh.
Yang kedua yaitu  rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Selain dapat menurunkan berat badan olahraga mampu membuat tubuh sehat dan bebas dari penyakit. Olahraga akan mejaga mekanisme jantung kita agar tetap normal serta jauh dari penyakit jantung coroner. Disamping itu ketika kita melalukan aktivitas maka tubuh akan melakukan metabolisme secara maksimal sehingga dapat membakar kalori yang berada dalam tubuh, sehingga zat makanan yang telah kita makan dapat dicerna dengan baik. Aktivitas fisik dalam pola diet sehat bukanlah aktivitas fisik yang berat bagaikan mengangkat besi besar, tapi dapat dilakukan dengan santai dan menyenangkan, seperti jogging,  bersepeda dan senam sederhana. Olahraga dapat dilakukan secara rutin agara mendapatkan hasil yang maksimal.Penelitian yang dilakukan judit melalui metode wawancara menyatakan bahwa menggunakan transport aktif (  berjalan, bersepeda, dsb) mampu mencegah terjadinyanya obesitas. Perlu diketahui bahwa peneliti melakukan penelitian di universitas yang rata-rata dari keluarga dari kolongan menengah ke atas. Sebgaian besar dari mereka berangkat ke kampus maupun ketempat lain menggunakan mobil maupun sepeda motor, sehingga perlu pengkajian dari kredibilitas jawaban dari narasumber.7
Dan yang terakhir yaitu self mentoring yang berhubungan dengan lingkungan sekitar yang meliputi keluarga dan terapis.Keluarga memiliki peran penting dalam program penurunan berat badan.Peran tersebut dapat berupa dukungan penuh terhadap sesorang yang melaukan diet sehat. Makanan yang dikonsumsi dalam sebuah keluarga pastinya sama. Oleh karena itu keluarga harus mampu memilah-milah makanan yang tepat dimakan oleh seseorang yang obesitas.Disamping itu keluarga juga harus memberikan motivasi ketika ada anggota keluarga yang melakukan diet sehat merasa lelah dan ingin menyerah.Karena dalam diet sehat dibutuhkan kesabaran, kedisiplinan tinggi terhadap lamanya waktu yang diperlukan dalam program diet sehat.Dari segi terapis pasien obesitas dalam melakukan diet sehat harus menentukan target-target yang harus dicapai.Target yang telah dibuat pastinya mengontrol kemajuan- kemajuan dalam menjalankan program diet sehat.Jadi pada intiya sesorang yang melakukan diet sehat harus menghindari aturan-aturan yang dilarang dalam masa pelaksanaan program.
Namun mengenai efektivitas diet sehat yang pernah dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa kelemahan diantaranya terjadinya social desirability (kecenderungan memilih jawaban yang dinilai paling benar) yang mungkin akan mempengaruhi jawaban responden.Bisa saja responden memilih pilihan yang terbaik sekedar hanya ingin berpura-pura menjadi orang baik. Hal tersebut dapat diketahui dengan adanya item yang memiliki jawaban yang sama. Perilaku diet dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skalat perilaku diet yang disusun peneliti berdasarkan aspek-aspek perilaku diet yaitu aspek eksternal, emosional, dan aspek restraint.Penulis menggunakan empat kategori jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai (STS).4
Walaupun diet sehat prosesnya terkesan lama namun program diet sehat jauh lebih aman bagi kesehatan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.Hanya saja diperlukan niat dan keinginan untuk melakukan program diet sehat. Program diet sehat tidak memberikan efek negative dala jangka waktu yang lama, hanya saja apabila tidak dilakukan dengan benar maka obesitas tidak dapat diatasi dan memicu penyakit-penyakit yang lain. Berbeda dengan liposuction , metode ini jauh lebih cepat dalam mengatasi obesitas. Namun liposuction membutuhkan biaya yang mahal, sehingga hanya golongan menegah atas yang mampu melakukan.Selain itu liposuction belum diketahui efek jangka panjangnya.Sehingga keamanannya patut untuk dipertanyakan dan dikaji ulang.
Sebagai manyarakat harus memiliki pemikiran yang kritis agar dapat memilih metode pengendalian obesitas  yang sesuai dan tidak membahayakan diri. Harus ada pertimbangan terhadap dampak dari masing-masing alternative pengobatan obesitas.Jangan tergesa-gesa dalam menentukan pilihan.Alangkah lebih baiknya bila mencari informasi yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan.Lihat segi positif dan negative dalam pengkajian pilihan.Jangan sampai niat untuk berobat menjadi permasalahan yang fatal.Dengan adanya dua alternative yang ada di atas, apabila masyarakat mengambil keputusan yang paling baik, maka obesitas dapat diatasi tanpa memikirkan bahaya yang mengancam di kemudiaan hari.Obesitas tidak untuk didiamkan saja.Tapi harus ada upaya dari diri untuk mengobatinya. Apabila obesitas teratasi tidak akan memunculkan penyakit baru yang akan berdampak buruk pada kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
            1 Hartono F. Terapigizidan diet rumahsakit.Edisikedua.Jakarta : EGC ; 2006. 
2 Sukasah CL. Tatalaksanaobesitas di subbagianbedah plastic rs dr. ciptomangunkusumo:           
majkedoktindon. Maret 2007; 57 (3): 86-90. doi.
3Sartika RAD. Faktorresikoobesitaspadaanak 5-15 tahun di indonesia: Review literatur. 
JurMakaraKes. Juni 2011; 15(1): 37-43.doi.
4Husna NL.Hubunganantara body image denganperilaku diet ( penelitianpadawanita di 
sanggarsenamritapati)  [internet]. Semarang: UNNES; Agustus 2013;16-104. : dari 
5 Klein S, Fontana L, Young VL, Coggan AR, Patterson BW.,et al. Absence of an effect of 
liposuction on insulin action and risk factors for coronary heart disease: Review literature. 
Jurkes.Maret 2003;1-8.doi.
6Supriyanto A. Obesitasfaktorpenyebabdanbentuk-bentukterapinya [internet]. Yogyakarta: 
Dosenpendidikankepelatihan FIK UNY: dari: http://staff.uny.ac.id/sites/default/fileshttp:
//staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Agus%20Supriyanto,%20S.Pd.,M.Si.
/OBESITAS,%20faktor%20penyebab%20dan%20bentuk-bentuk%20terapinya.pdf
7Kufcsak J. Evaluation of the relevant strategis counteracting obesity from hungary and the europan 
union- the opinion of student from the semmelweis university, hungary: Review literature. Diets stud 
e-jour. June 2013; 1(1): 18-19.
 

1 komentar: